Peneliti dari Pusat Riset Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (PRKP USK) menjalin kolaborasi akademik internasional dengan profesor dari Université Laval dalam penulisan artikel di platform The Conversation yang membahas bencana Badai Senyar di Indonesia.

Kolaborasi ini melibatkan Haekal Azief Haridhi, S.Kel., M.Sc., Ph.D, peneliti PRKP USK, bersama Lisa Hiwasaki, Associate Professor dari Université Laval. Artikel yang ditulis bersama mengangkat analisis kritis mengenai bagaimana kejadian bahaya alam seperti badai tropis dapat berkembang menjadi bencana besar akibat faktor kerentanan sosial, tata kelola lingkungan, dan kesiapsiagaan institusional.

Artikel berjudul Cyclone Senyar: Why Hazards Continue to Turn into Disasters in Indonesia tersebut menyoroti pengalaman Indonesia, khususnya Aceh, dalam menghadapi dampak Badai Senyar, serta menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan sains, kebijakan, dan keadilan sosial dalam pengelolaan risiko bencana.

Keterlibatan peneliti PRKP USK dalam kolaborasi ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong internasionalisasi riset dan diseminasi pengetahuan ilmiah kepada publik global. Melalui platform The Conversation, hasil kajian akademik dapat diakses secara luas oleh masyarakat, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lintas sektor.

Kolaborasi dengan Université Laval ini juga memperkuat jejaring riset internasional PRKP USK, khususnya dalam isu kebencanaan, perubahan iklim, dan ketahanan wilayah pesisir, sekaligus menegaskan peran akademisi dalam menjembatani ilmu pengetahuan dan praktik kebijakan publik.

Categories:

Tags:

Comments are closed