Peneliti dari Pusat Riset Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (PRKP USK) bersama Bappeda Kota Sabang melaksanakan kegiatan kajian lokasi pendaratan penyu di Kota Sabang sebagai bagian dari upaya penguatan dasar ilmiah dalam mendukung perlindungan dan pengelolaan habitat penyu laut. Peneliti yang tarlibat yaitu Prof. Dr. Nur Fadli, M.Sc., Hekal Azief Haridhi, M.Sc., Ph.D, Dr. Muhammad Nanda, S.Kel., Mutia Ramadhaniaty, , M.Si. Harum Farahisah, M.Si.

Berdasarkan hasil kajian lapangan, ditemukan beberapa titik pendaratan penyu di kawasan Pantai Ie Meulue, Kota Sabang. Aktivitas pendaratan penyu di lokasi tersebut umumnya terjadi pada musim timur, yaitu pada periode November hingga Februari, yang bertepatan dengan kondisi oseanografi dan lingkungan pesisir yang relatif mendukung bagi aktivitas bertelur.
Kajian ini juga mengidentifikasi keberadaan beberapa jenis penyu yang tercatat melakukan pendaratan di wilayah tersebut, antara lain penyu hijau, penyu lekang, penyu sisik, penyu tempayan, dan penyu pipih. Keberagaman jenis penyu tersebut menunjukkan pentingnya kawasan Pantai Ie Meulue sebagai habitat peneluran yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Kegiatan kajian dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data spasial, serta diskusi dengan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan informasi yang diperoleh merepresentasikan kondisi aktual di lapangan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengelolaan dan perlindungan lokasi pendaratan penyu di Kota Sabang.
Melalui kolaborasi antara PRKP USK dan Bappeda Kota Sabang, kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara riset ilmiah dan perencanaan pembangunan daerah dalam mendukung upaya konservasi spesies laut dilindungi serta pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.
Comments are closed