Menindaklanjuti pelaksanaan program Student Research Fund, Pusat Riset Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (PRKP USK) bersama Yayasan Kebersamaan Untuk Laut telah menetapkan delapan mahasiswa terpilih untuk melaksanakan kegiatan pendataan hiu paus di empat kabupaten di Aceh.

Sebanyak dua mahasiswa ditempatkan di masing-masing lokasi penelitian. Di Kabupaten Aceh Besar, kegiatan dilaksanakan oleh Nurussadidah dan Tsya Putri (mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Syiah Kuala). Di Kabupaten Aceh Jaya, pendataan dilakukan oleh Safira dan Muhammad Khalis (mahasiswa Ilmu Kelautan, Universitas Syiah Kuala). Sementara itu, di Kabupaten Aceh Barat, kegiatan diikuti oleh Ummu Uzma dan Amsah Romadona (mahasiswa Universitas Teuku Umar). Adapun di Kabupaten Aceh Selatan, pendataan dilaksanakan oleh Cut Nabila dan Siti Khalisah Ummaira (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Syiah Kuala).

Selama periode penelitian, para mahasiswa melakukan pendataan langsung di lapangan, termasuk kunjungan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk mengamati hasil tangkapan nelayan, baik yang bersifat targeted catch maupun bycatch yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan hiu paus. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengumpulan data sosial melalui penyebaran kuesioner kepada nelayan dan Panglima Laot sebagai pemangku kepentingan utama dalam pengelolaan perikanan di wilayah setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data dasar yang komprehensif mengenai interaksi hiu paus dengan aktivitas perikanan, serta memperkuat pemahaman terhadap dinamika sosial dan praktik penangkapan ikan di tingkat lokal. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat mendukung upaya pengelolaan dan konservasi hiu paus di Aceh berbasis bukti ilmiah.

Melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam kegiatan lapangan ini, PRKP USK bersama mitra berharap dapat mendorong penguatan kapasitas riset generasi muda sekaligus memperluas basis data konservasi spesies laut dilindungi di Aceh.

Categories:

Tags:

Comments are closed